- -

Oleh Nely Izzatul M

Lebaran agustus 2012 lalu, aku dan saudara sepupuku mempunyai pengalaman apik dalam mengisi libur lebaran. Tentu saja pengalaman itu tak jauh-jauh dari kegiatan menjelajah Kota Lamongan. Maklum, karena kita sempat berfikir, di usia yang hampir 20-an tahun ini, kita belum tahu banyak tentang seluk-beluk Kota Kelahiran, Lamongan.
Kebanyakan orang jika mendengar kata “Lamongan” akan mengidentikkannya dengan Soto, Wingko, Nasi Buran, Makam Sunan Drajat, Gua Maharani, atau WBL (Wisata Bahari Lamongan). Itu benar. Lamongan memang terkenal dengan itu semua. Bahkan menurutku, Lamongan lebih daripada itu. Kota tempat kelahiranku ini mempunyai keajaiban dan keunikan yang belum tertampilkan khalayak. Keajaiban itu masih terpendam, perawan, tak terjamah, tak terbantah. Dan aku tak munafiq.
Awalnya perjalanan menjelajah Lamongan bersama sepupu dilakukan dengan niat “Wisata Kuliner”. Kurang lebih 3-4 hari kita berpetualang. Petualangan pertama dimulai dengan merasakan pedasnya rujak Mbok Tas dan segarnya Es Dawet Ental. Menikmati Soto Tuki, Bakso Golf, hingga yang paling menggiurkan adalah Es Batil.

Continue
- -

Jamal Al Banna (1)


Salah satu tokoh yang sempat mengemuka dalam dunia Muslim kontemporer adalah Jamal Al Banna, ia adalah adik kandung dari Hasan Al Banna (Pendiri Gerakan Ikhwanul Muslimin). Pertama kali mendengar nama itu, saya langsung mengambil spekulasi: sebagai Adik kandung dari Hasan Al Banna, tentu firm pemikiran Jamal tidak akan jauh berbeda. Saya berfikir jika Jamal adalah “penerjemah ide” Hasan Al banna. Namun, beberapa waktu yang lalu saya sempat membaca begitu kontroversialnya sosok Jamal ini.

Ia adalah sosok intelektual Muslim asal mesir yang disebut memiliki corak pemikiran liberal. Dalam beberapa situs, ia dituliskan sangat kontroversial dan bahkan ada yang menuliskan ia ‘menyerang’ Alquran dan sunnah. Padahal ia adalah adik kandung Hasan Albanna dan juga pernah berkhidmat dalam Ikhwanul Muslimin, seperti yang kita tahu, IM adalah gerakan Islam yang sangat bersikukuh memperjuangkan syariat Islam.

Continue
- -



Oleh
Afif Hidayatullah 
Andi Permata ramadhan
Faridha Ramadhani
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di dalam misi pendidikan di Indonesia telah tercantum bahwa misi pendidikan Indonesia adalah menciptakan suatu sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu dalam rangka mengembangkan kualitas manusia di Indonesia. Apabila dilihat dari misi di atas maka jelas bahwa sistem dan iklim yang ada tidak cocok dengan yang ditetapkan. Suatu sistem yang kaku akan sulit dibangun suatu pendidikan yang akan menghasilkan output yang bermutu karena pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitarnya.

Continue
- -



Oleh 
Afif Hidayatullah
Miftah farid
Eko Anang Hanafi
A.                Judul
Kreasi Unik Usaha Lampion Cina   Lukisan Damar Kurung sebagai Upaya untuk Melestarikan Kesenian Damar Kurung di Kota Gresik

Continue
- -

Membumikan Idologi IMM (1)


Oleh : A Fahrizal Aziz

Tulisan ini masih erat kaitannya dengan dua tulisan sebelumnya yang berjudul ‘ketika idiologi semakin tak berbentuk’ dan ‘Destutt de Tracy, tentang idiologi dan definisi’. Karena setelah kita memahami ide-ide dasar (idiologi) Muhammadiyah yang juga menjadi idologi IMM, maka patut kiranya kita merumuskan gerakan dalam upaya membumikan idiologi IMM dalam bentuk yang lebih riil.

Continue
- -

Cerita Abah

Oleh : Nely Izzatul

Aku berusaha memejamkan mataku sekali lagi. Siapa tahu kali ini aku akan mengantuk dan tertidur. Tapi kenyataannya tidak. Aku tak bisa tertidur dan masih terngiang suara-suara cemoohan masa lalu. Hari ini tepat tujuh tahun lalu. Suara-suara memekakkan gendang telinga bertebaran di luar rumah.

“Koruptor! Pemakan gaji buta! Kepala sekolah korup!”.

Saat ini aku hanya bisa mengelus dada. Siapakah yang memakan gaji buta sebenarnya? Siapakah yang ingin mendapatkan kekuasaan sebenarnya? Tiba-tiba aku teringat larik puisi Emha Ainun Najib.

Langkah kita mengabdi pada nafsu sendiri.

Yang bisa kita pandang hanya kepentingan sendiri.

Loyang disangka emas. Emasnya dibuang-buang.

Continue
- -


(Membedah idiologi IMM)

Membincang masalah idiologi, patut kiranya kita merujuk pada sosok yang otentik, yaitu Destutt de Tracy, karena dialah yang pertama kali menciptakan kata idiologi sebagai sebuah disiplin ilmu. De Tracy lah yang pertama-tama membuat istilah ini dan kemudian dijadikan rujukan oleh para tokoh dalam mendefinisikan apa itu Idiologi dalam konteks yang berbeda-beda, termasuk ketika kita membincang masalah idiologi IMM.

Continue
- -

Dihatiku,Semua Berpadu

Oleh : Ulfa Roshi Ashida 

Entah kapan pastinya aku tak tahu. Tapi tiba-tiba rasa itu sudah menyelinap di hatiku. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta? Aku tak mampu menjawabnya. Setiap kali aku melihatnya, aku seolah mendapatkan ketenangan jiwa. Sesuatu yang sulit untuk kujelaskan.
Seperti biasa, pagi ini aku berangkat sekolah bersama dengan teman-temanku. Karena kebetulan aku tinggal di asrama. Ketika memasuki kelas hal pertama yang kulakukan adalah melihat ke deretan bangku sebelah utara, tempat dimana Candra, orang yang selalu aku nantikan berada.
“dia sudah disana..” batinku.
Senang, gembira dan pastinya bahagia. Tak mampu kulukiskan bagaimana perasaanku saat itu. Mungkin jika orang bisa melihat aura apa yang keluar dari diriku, pasti warna pink lebih mendominasi.

Continue
- -

Oleh : Ulfa Roshi Ashida

Seribu permata
Berdenting di telinga
Menebarkan kilau
Membentuk tangga nada
Mengiringi raga
Menembus abu-abu cakrawala

Continue
- -

Quotes #3


Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada Allah, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab yang menjauhkan kamu dari Allah.

 (Abul Hasan as-Sadzili).

Continue
- -

Kebersamaan

Oleh : Ulfa Roshi Ashida

Kebersamaan. Satu kata yang mungkin sulit untuk didapatkan, meskipun seringkali orang mengatakan. Hari ini, adalah hari dimana aku mengerti betapa indahnya kebersamaan itu. Saat-saat bercanda, tertawa dan berbagi bersama meskipun dalam bentuk yang sederhana. Jujur, ini sangat mengesankan dan mungkin tak akan terlupakan seumur hidup.

Dimulai dari rencana untuk bersilaturrahmi dengan Bapak dan Ibu Guru masa SD. Menurut rencana kami akan berangkat jam 08.30, tapi sayangnya ngaret sampe’ jam 09.15 (maklum, Indonesia). Ini adalah kali pertama kami bersilaturrahmi dengan guru SD secara keseluruhan sejak lulus tahun 2006 yang lalu. Kami cukup menikmati ini, karena kami bisa kembali mengenang masa-masa dulu kami SD. Waktu saling mengejek dan menertawakan. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk foto bersama dengan beberapa guru SD kami. Kami pulang pada pukul 11.30. Kami sempat mampir ke rumah salah satu sahabatku sebelum akhirnya teman-teman memutuskan untuk main ke rumahku.

Continue
- -

Quotes #2

Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap dalam tidur.

 (Lukman Hakim).

Continue
- -

Quotes #1



"Sesungguhnya kekerasan dalam mendidik memberikan kesan yang buruk kepada orang yang dididik terutama kanak-kanak. Barang siapa yang ditarbiah secara kekerasan dan paksaan, maka akan sempitlah pemikiran dan jiwanya lalu jadilah anak itu hilang kecerdasannya, malas, terbawa-bawa kepada berbohong dan berkelakuan jahat." 
~ Ibnu Khaldun ~

Continue
- -

Kajian Jumat

Kajian Kitab Tazkiyatun Nufus.


Pemateri : Ust. Gonda Yumitro, S.IP, MA

Hari : Jum'at, 12 April 2013

Jam : 17. 30 wib

Tempat : Masjid Pelma, Jalan MT Haryono gg. 9D

#Al Maun share

Continue
- -
- -
- -
- -
- -

Sebuah Renungan

Oleh Agregat Illah


Saat ku lepas lelah dalam pembaringan, sejenak ku sisihkan waktu. Sehari ini kemana saja ku pergi? kemana kaki ini mengayuh langkah? ada banyak kata ynag ku ucapkan, ada banyak hal yang ku lakukan, bahkan hatie ku tak diam bersuara di balik dinding-dinding kebisuan. Aku tahu sedetik pun tidak lepas aku dari pengawasan Allah. Mengingat itu aku malu, bahkan terlalu malu untuk berkata jujur pada diri sendiri, telah banyak kezaliman yang ku lakukan.
    Mungkin benar, aku mencintai makhlukNya, begitu dalam hingga slalu ku sebut namanya dalam waktuku. Gelisahku datang memburu saat wajah itu hilang dari hari-hariku. Kusadari itu, ia begitu menyita waktuku. Kulau boleh jujur aku telah lalai dari mengingatNya. Karena hatiku di penuhi namanya...my lovely... . Ingin ku buktikan bahwa aku begitu mencintainya tapi begitu sulit kulakukan itu padaMu, Ya Rabb paadahal aku tahu Kau begitu mencintaiku betapa pun aku sering mengkhianatiMu.

Continue
- -
- -


Oleh : A Fahrizal Aziz*

Meski diusianya yang hampir setengah abad, ternyata banyak dari kader-kader IMM yang sampai saat ini masih mencari hakikat dari idologi Islam yang dijadikan landasan bergerak IMM. Kegelisahan itu tercermin dari banyaknya tipologi kader yang berbeda-beda. Agaknya perbincangan idiologi itu tak akan pernah surut, karena disadari atau tidak, Idiologi IMM semakin tak berbentuk.

Idiologi jika dimaknai secara literal adalah landasan berfikir. Fungsi Idiologi bagi sebuah Organisasi adalah menjadi pijakan secara universal, dimana dari idiologi itulah kemudian lahir sebuah gerakan. Lantas, idiologi apakah yang menjadi dasar pijakan IMM? Ini yang patut menjadi perenungan bersama.

Continue
- -


Oleh: Farihul Muflihin*

Negara kita adalah negara yang beragama, dan kita tahu pula bahwa bangsa ini mempunyai enam agama yang diakui. Namun yang menjadi persoalan dalam agama itu adalah apakah masyarakat islam (pada khususnya) sudah mampu mengaplikasikan sistem yang sudah di tawarkan pada agama islam itu sendiri. Seringkali kita melihat di media massa bahwa agama hanya dijadikan sebagai korban dalam tindakan immoral baik dari kalangan remaja, dewasa bahkan kalangan kaum elit itu sendiri. Dan lebih parahnya mereka semua bagian dari kaum muslim.
kasus yang sedemikian rupa ini semuanya ada pada negara kita mulai dari kekerasan, pemerkosaan sampai pada tingkat korupsi. Intelektualitas keagamaan di negara ini perlu di pertanyankan karena notabene agama islam  menjadi agama yang terbesar sejagat raya, namun dalam persoalan korupsi serta penyimpangan sosial menjadi yang terbesar di dunia. Dimanakah pemahaman keagamaan  selama ini yang sudah di ajarkan .

Continue
- -
- -


Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo berpesan kepada kader-kader IMM untuk fokus dalam Dakwah. Menurutnya, selama ini Organisasi Mahasiswa terlalu jauh berkubang dalam politik praktis dan lupa untuk berdakwah.

Pesan tersebut disampaikan ketika menjadi pembanding dalam bedah buku “Teror dan Demokrasi” karya Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan di Aula Gedung C UIN Maliki Malang beberapa bulan lalu. IMM, sebagai Organisasi di bawah naungan Muhammadiyah harus lebih fokus untuk membangun Masyarakat dengan Dakwah kulturalnya, bukan dengan politik praktis.

Continue
- -
- -
- -


Oleh : A Fahrizal Aziz*

Menjelang setengah abad IMM, kita perlu memikirkan dimensi yang paling fundamental dalam Organisasi ini, yaitu Perkaderan. Dimana dimensi ini tidak terlalu populer untuk diperbincangkan, meskipun sebenarnya selalu dijalankan melalui Darul Arqom. Namun, faktanya selalu terlindas oleh isu politik ataupun yang lainnya. Tapi jika kita membaca peta pergerakan IMM Malang, sebenarnya sudah muncul titik terang Perkaderan yang barangkali bisa menjadi pelecut kebangkitan Organisasi yang didirikan oleh Djasman Al Kindi dan kawan-kawan ini.

Continue
- -

Oleh : Ilfatul Amanah

Awal tahun 2009, Saat itu aku belum lulus dari S1-ku. Ada yang bertanya mengapa skripsiku belum juga usai tetapi aku tak pernah menemukan alasan yang tepat. Jika ada pembaca yang berada dalam kondisiku waktu itu, tengah mengerjakan skripsi dan tiba-tiba macet di tengah jalan, pasti tidak banyak bertanya dan dengan tatapan penuh arti mengatakan kalau mengerti perasaanku. Aku bukannya mahasiswi malas yang hanya copy paste mengerjakan skripsiku, Aku dibimbing oleh salah satu Professor terbaik di kampusku, Guru Besar bidang ilmu Geologi. Judulku juga telah disetujui, bahkan banyak yang memuji ide cemerlangku. Bisa dibilang aku mahasiswi yang punya peluang besar untuk lulus lebih cepat dari teman-teman seangkatanku. Tetapi itulah kenyataannya. Skripsiku sedang berhibernasi di folder komputer yang aku beri nama sangat menawan: “skripsiku sayang”

Continue
- -

Oleh : Elsa Wahyuningtyas

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Continue
- -

PANDERMAN

Oleh : Agregat Illah

        Bersama enam belas orang yang telah bersiap dengan gerak langkah pasti (atau mungkin kata mas Arik malah delapan belas orang?? Entahlah,, ^_*) “empat Juni dua ribu sebelas” at panderman!!. Setelah lewat shalat maghrib, kami bersiap menaklukkan puncak panderman, bagi yang mereka yang sudah pernah mendaki panderman mungkin ini hal biasa, tapi bagiku dan beberapa teman yang belum pernah sama sekali, ini adalah pengalaman baru, dan sedikit menegangkan (terkhusus untukku). Sebagai awalan kami semua berdo’a untuk keselamatan bersama dan diakhiri dengan ritual penambah semangat ^^ (toos bareng). Perlahan pasti kami mulai melangkah meniti jalan yang masih datar dan halus (paving malah), beberapa menyeletuk “coba jalannya gini sampai atas” seep bangetlah..!! tapi akan tambah seruuu lagi kalau jalan itu bergerak alias escalator gitu… hahaa ~mimpi kale yeee..~ hiburan hati karena ternyata diriku mulai ngos-ngosan, dengan kondisi yang tak sepenuhnya prima dan sudah kelelahan sedari kemarin, seharusnya aku tak memaksakan kehendak tuk mendaki Panderman, tapi enggan ini terkalahkan oleh rasa penasaranku akan Panderman, namun ternyata justru aku merepotkan banyak orang ^_’ (maafkan diri ini yaa.. percayalah.. semua itu di luar skenario..hehhe) maka perjalanan ini tak hanya menantang tapi juga sungguh sangat melelahkan {huhhhuu}.

Continue
- -

Sabtu, 06-10-2012

Dibaca: 751


Malang- Ratusan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Malang dari kampus non Muhammadiyah berkumpul di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang (25/9/2012). Agenda itu adalah upaya silaturahim dan penguatan Dakwah Muhammadiyah khususnya di kampus non Muhammadiyah yang dihadiri oleh kader-kader IMM dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ikip Budi Utomo dan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama).

Continue
- -
- -

Oleh : Nely Izzatul
Sudah menjadi kebiasaanku dengannya setiap sore untuk menunggu kedatangan Abah dan Ibu. Klesotan di teras rumah, terkadang pula mondar-mandir sambil pandangan mata tak pernah lepas dari jalan. Kapan Abah dan Ibu pulang? Itu yang selalu menjadi pertanyaan.

Kami berdua akan sangat senang jika melihat lampu motor menyala dari ujung jalan kampung. Itu tandanya penantian kami akan segera berakhir. Harapan kami akan segera terpenuhi. Apalah lagi harapan kami itu, kalau bukan datangnya Abah dan Ibu.

Continue
- -



Malang -IMM Almaun Malang yang digawangi oleh kader-kader dari IMM UIN Maliki Malang, IMM Universitas Brawijaya, IMM Universitas Negeri Malang, IMM Ikip Budi Utomo dan IMM Universitas Kanjuruhan Malang menggelar Gebyar 49 tahun IMM. Acara tersebut dirangkai menjadi tiga bagian. Mulai dari diskusi reflektif menjelang setangah abad IMM, Almaun cup badminton competition, dan Bedah buku.
Acara pertama adalah diskusi reflektif menjelang setengah abad IMM yang menghadirkan ketua korkom dan perwakilan IMM dari lima kampus tersebut. Acara yang di gelar di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang (20/03/2013) dihadiri oleh tak kurang dari 50 kader IMM. Dimana disana, para ketua komisariat membincang masalah proges pergerakan IMM selama ini, entah itu dalam bidang Dakwah maupun Perkaderan.

Continue